Proyek Mixed-Use IKN Dapat Suntikan Investasi Asing Rp4 Triliun

Selasa, 27 Januari 2026 | 12:00:43 WIB
Proyek Mixed-Use IKN Dapat Suntikan Investasi Asing Rp4 Triliun

JAKARTA - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) resmi mendapatkan komitmen investasi senilai Rp4 triliun dari Ayedh Dejem Group, perusahaan konstruksi dan real estat asal Uni Emirat Arab (UEA). Dana ini akan dialokasikan untuk pengembangan kawasan terpadu atau mixed-use di jantung ibu kota baru.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN, Sudiro Roi Santoso, menjelaskan rencana pengembangan akan diawali dengan tahap pendetailan perencanaan, perizinan, dan pelelangan kontraktor. “Proses ini diperkirakan berlangsung selambat-lambatnya satu setengah tahun sejak penandatangan perjanjian,” ujarnya, dikutip Selasa, 27 Januari 2026.

Kesepakatan investasi tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan perjanjian pengalokasian lahan di Dubai, Jumat, 23 Januari 2026. Tindakan ini menjadi lanjutan dari Non-Disclosure Agreement (NDA) yang telah diteken sejak 8 Mei 2025.

Proyek Strategis dengan Lahan Premium

Ayedh Dejem Group akan menggarap lahan seluas 9,7 hektare di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A. Lokasi ini tergolong premium karena berada tepat di samping Plaza Bhinneka Tunggal Ika, pusat simbolik ibu kota baru.

Rencana pengembangan mencakup kompleks perkantoran, area komersial, pusat perbelanjaan, dan fasilitas ibadah berupa masjid. Pembangunan fisik diproyeksikan mulai pada pertengahan 2027 dan ditargetkan rampung dalam lima tahun ke depan.

Menurut Sudiro, proyek ini diharapkan memperkuat ekosistem kota di KIPP 1A. Kehadiran investor global seperti Ayedh Dejem Group menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas infrastruktur IKN.

Chairman Ayedh Dejem Group, Syeikh Ayedh Dejem, menyatakan keputusan berinvestasi di Nusantara didasari oleh besarnya populasi dan potensi ekonomi Indonesia. Menurutnya, proyek berskala besar diperlukan untuk mengimbangi pertumbuhan ekonomi yang diprediksi meningkat signifikan.

“Melihat posisi kami dari Dubai, yang berada di antara 20 ekonomi terbesar dunia, kami sangat mengharapkan pertumbuhan signifikan di bidang real estat di Nusantara,” ujar Syeikh Ayedh Dejem. Pernyataan ini menegaskan optimisme investor asing terhadap potensi jangka panjang ibu kota baru.

Kolaborasi Global untuk Pembangunan IKN

Masuknya modal dari UEA menambah daftar mitra internasional yang terlibat dalam pendanaan IKN melalui skema kolaborasi swasta. Pemerintah berharap komitmen ini segera terealisasi menjadi bangunan fisik sesuai linimasa yang telah disepakati.

Investasi ini menjadi bukti nyata bahwa proyek IKN menarik perhatian global. Skema kolaborasi antara pemerintah dan investor asing diharapkan menciptakan nilai tambah ekonomi dan menstimulasi sektor konstruksi serta properti.

Dengan pengembangan kawasan mixed-use, IKN akan memiliki pusat bisnis, perdagangan, dan layanan publik terpadu. Hal ini akan menjadi daya tarik bagi penduduk dan investor lain untuk ikut berpartisipasi dalam ekosistem ibu kota baru.

Selain fasilitas komersial dan perkantoran, proyek ini juga mencakup pembangunan fasilitas sosial dan keagamaan. Pembangunan masjid di lokasi ini menegaskan pentingnya aspek sosial dan budaya dalam perencanaan kota modern.

Proyek ini diperkirakan membuka peluang kerja baru bagi tenaga lokal dan internasional. Aktivitas konstruksi, manajemen properti, dan layanan pendukung diharapkan menyerap ribuan pekerja.

Pemerintah menekankan pentingnya percepatan pembangunan untuk memastikan kawasan inti IKN berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi. Kolaborasi antara OIKN dan investor global menjadi kunci untuk mencapai target ini.

Keikutsertaan investor dari Dubai menunjukkan minat dunia terhadap potensi jangka panjang Indonesia. Skala investasi Rp4 triliun menunjukkan bahwa IKN bukan sekadar proyek domestik, melainkan proyek global dengan daya tarik internasional.

Proyek ini juga menjadi langkah awal untuk membuka peluang kerja sama dengan investor lain di sektor real estat dan infrastruktur. Langkah ini diharapkan menstimulasi pertumbuhan investasi swasta di seluruh IKN.

Kehadiran investor global akan mendorong standar pembangunan kota modern sesuai praktik internasional. Ini termasuk desain arsitektur, teknologi konstruksi, dan manajemen fasilitas terpadu.

Dengan proyek mixed-use yang akan dibangun, IKN diproyeksikan menjadi kota yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai destinasi bisnis dan gaya hidup.

Kolaborasi internasional di IKN diharapkan memacu pertumbuhan ekonomi dan memperkuat posisi Indonesia di mata investor global. Komitmen Ayedh Dejem Group menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan pembangunan ibu kota baru.

Terkini